
WASPIRA.com – Bandung, Jabar ll Pembangunan gedung dua ruang kelas POS PAUD Al-Ikhlas yang terletak di Jalan Arjasari RT 02 RW 08, Desa Arjasari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mendapat sorotan dari warga dan publik.
Pembangunan yang dilaksanakan oleh yayasan penyelenggara Yayasan Pendidikan Putu Winata tersebut dinilai minim transparansi anggaran dan pengawasan.
Berdasarkan penelusuran awak media di lokasi proyek pada Selasa (13/10/2026), proses penggalian pondasi telah berjalan selama kurang lebih satu setengah bulan sejak pertengahan Agustus lalu.
Menurut keterangan salah seorang pekerja di lokasi, Amay (50), proyek ini mempekerjakan sebanyak 7 orang buruh bangunan. Adapun upah kerja yang diberikan sebesar Rp150.000 per hari untuk tukang dan Rp120.000 per hari untuk pembantu tukang (laden).
Namun, pelaksanaan pembangunan revitalisasi PAUD ini menuai banyak keluhan karena tidak memajang papan informasi kegiatan pembangunan di sekitar lokasi proyek.
Hal ini bertentangan dengan prinsip keterbukaan informasi publik, mengingat tidak dicantumkannya nilai bantuan sumber dana (APBD/APBN), nilai kontrak kerja, hingga masa kalender HOK (Hari Orang Kerja).
Berdasarkan informasi yang beredar di tengah masyarakat, proyek revitalisasi PAUD tersebut diperkirakan menerima bantuan dari pemerintah dengan anggaran bernilai kurang lebih Rp300 juta.
Selain permasalahan transparansi, pengawasan keselamatan kerja di lokasi proyek juga tergolong lemah. Para pekerja bangunan terlihat bekerja tanpa dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) yang memadai.
Diduga pelaksanaan pekerjaan proyek ini dialihkan kepada pihak ketiga. Saat dicari di lokasi, tiga orang yang bertugas sebagai pengawas-yakni Ridwan, Cucu, dan Heru-tidak berada di tempat. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa kepala tukang yang dipercaya oleh kontraktor sedang melakukan pengawasan ke proyek lain di wilayah Patrolsari, Cipakem, Kecamatan Arjasari, karena penanganan pekerjaan yang berjalan bersamaan.
”Bapak kalau mau bertemu dengan pengurus besok datang lagi saja pagi jam 09.00 WIB,” ujar Amay memberikan arahan saat ditemui di lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak dinas terkait maupun pengurus yayasan belum memberikan keterangan resmi terkait ketidaktersediaan papan proyek serta minimnya penerapan standar keselamatan kerja pada proyek pembangunan PAUD tersebut.
Pewarta : Abeng/RedWN



Leave feedback about this