Waspira News || Bandung — Gegara Pemkab Bandung putus kerjasama UHC dengan RSUD Kota Bandung, harapan untuk mendapatkan pelayanan pengobatan terbaik dari pihak RSUD Ujungberung di rasakan Dedeh (53) pengidap penyakit Diabetes, Paru paru dan Ginjal ini hanya tinggal angan angan saja.
Gegara Pemkab Bandung Putus Kerjasama UHC Dengan RSUD Kota Bandung, Salah Satu Warga Cipedes Batal Rawat Inap Hingga Simpan KTP Sebagai Jaminan
Pasalnya, Dedeh sendiri yang tercatat sebagai salah satu Warga Kampung Cipedes RT 02 RW 02 Desa Cipanjalu Kecamatan Cilengkrang Kabupaten Bandung Jawa Barat ini tak bisa lagi menggunakan Kartu BPJS Berbayarnya. Di karenakan sudah 5 Tahun tidak terbayar akibat himpitan masalah ekonomi.

Sementara, di sisi lain untuk memakai program UHC Jenis SKTM yang semula pernah di rasakan oleh Dedeh saat dirinya pertengahan tahun. 2024 pernah di rawat di RSUD tersebut ,kini sama tidak bisa di rasakan kembali, hal ini di karenakan Pemkab Bandung terhitung dari bulan Januari 2025 sudah memutus kerjasamanya dengan pihak RSUD Kota Bandung.
Keterangan Anak Kandung Ibu Dedeh
Salah satu anak kandung Dedeh yang berinisial HI (38) Tahun saat memberikan keterangan pada Awak Media Sabtu. (19/04/2025) menjelaskan, “Awalnya saya juga mengira untuk Program UHC Jenis SKTM yang pernah di rasakan oleh orangtua saya. Pada pertengahan tahun 2024. Masih bisa di gunakan, kami yang notabene rakyat kecil ketika BPJS nya sudah tidak bisa di gunakan lagi, makanya saya langsung bawa orangtua saya itu kesini.
Orangtua saya mulai masuk ruangan IGD itu kalau tidak salah mulai pada Pukul 15.00 WIB. Dan langsung tim medis pun menangani orangtua saya dengan melakukan Rontgen sementara saya sendiri menghadap kebagian Administrasi
Namun saya sendiri sangat kaget, tat kala bagian administrasi di IGD menjelaskan bahwa biaya pengobatan ibu saya. Itu harus di bayar lewat umum karena SKTM untuk warga Kabupaten Bandung itu sudah tidak berlaku.
Lanjutnya, “Mendengar apa yang di katakan pihak Rumah Sakit bagian administrasi seperti itu, terus terang sama sekali. Saya selaku anaknya tak bisa berpikir lagi, karena keadaan posisi ekonomi keluarga kami saat ini lagi terpuruk. Namun di sisi lain kami juga selaku anaknya ingin mengobati ibu kami yang memang sudah lama. Hanya bisa terbaring di tempat tidur hingga badannya pun drastis menjadi kecil akibat beratnya penyakit yang di derita oleh ibu saya itu, “Cetus HI dengan mimik wajah penuh kebingungan.
Klarifikasi Pihak RS
Saat awak media mencoba klarifikasi ke pihak Dokter jaga terkait masalah Dedeh, Dokter pun menjelaskan, “Dari Hasil Rontgen, untuk. Ibu Dedeh itu mengidap penyakit paru dan ginjal, namun sangat di sayangkan kami tidak bisa merawat inapkan ibu Dedeh di sini. Karena sementara ini untuk ruangan isolasi panyakit paru itu sudah penuh hanya bisa menampung 4 orang saja
Makanya kami sarankan pada keluarga juga agar ibu Dedeh itu secepatnya di bawa saja ke RS lain yang memang lebih besar. Seperti Al-Islam atau RSHS Bandung.
Kami di sini tidak bisa memberikan pelayanan maksimal, karena keberadaan ruangan yang memang penuh, sementara ibu Dedeh itu. Harus di tempatkan di tempat Isolasi, “Cetusnya.
Agus Sukoco selaku Supervisior yang sempat di minta keterangannya juga mengatakan, “Bahwa sejak Bulan Januari 2025 kerjasama program UHC. Untuk Warga Kabupaten Bandung sendiri dengan pihak RSUD Ujungberung sudah di putus oleh pihak Pemkab Bandung.
Saya sendiri sangat menyayangkan dengan keputusan pihak Pemkab Bandung tersebut, hal ini di karenakan Warga Kabupaten Bandung sendiri. Yang memang berdomisili dekat dengan RSUD Ujungberung itu sudah banyak.
Makanya saya juga mengharapkan pihak Pemkab Bandung untuk Program UHC nya segera menjalin kembali kerjasama dengan pihak RSUD Ujungberung” terangnya.
Adapun untuk ibu Dedeh, di karenakan sudah mendapatkan pertolongan Medis, kalau memang sekarang lagi tidak punya uang. Maka kami pun memberikan kebijakan, silahkan saja untuk masalah biaya nanti bayarnya di cicil saja selama satu bulan kedepan, cuman sebagai tanda itikad baik dari pihak keluarga saya minta anaknya untuk simpan KTP, “Pungkasnya.
Himbauan Untuk Pemerintah Kab. Bandung Dan Gubernur Jabar
Di himbau untuk pemerintah Kabupaten Bandung juga Gubernur Jawa Barat, bisa membantu masyarakat yang memang tidak mampu. Apalagi program kesehatan sekarang ini, di gadang-gadangkan akan mendapatkan pelayanan kesehatan dari pemerintah untuk masyarakat dan tidak akan di persulit. Namun nyatanya masih ada saja masyarakat miskin yang susah mendapatkan fasilitas kesehatan dengan benturan ekonomi yang minim.
Pewarta : Sona
Redaktur : Agus



Leave feedback about this