Berita Dinas Pertanian Kab Bandung Disbudpar Kab Bandung Diskominfo Kab Bandung Diskominfo Kota Bandung DLH Ekonomi Gubernur Jabar Inspirasi Jurnalis Kementerian ATR BPN Kementerian Pertanian Ketahanan Nasional Koperasi Berkah Abadi Van Java PTPN Regional 1 Sinumbra Wisata Kab Bandung

Koperasi Berkah Abadi Van Java, Sulap Mata Air PTPN Sinumbra Jadi Wisata Mancing

Koperasi Berkah Abadi Van Java, Sulap Mata Air PTPN Sinumbra Jadi Wisata Mancing

Waspira News || Kab Bandung – Koperasi Berkah Abadi Van Java Sulap Mata Air PTPN Sinumbra Jadi Wisata Mancing, memaksimalisasi potensi ekonomi tanpa harus alih fungsi, itu yang dinamakan sinergitas- mutualitas. Pemanfaatan mata air yang beragam ini menunjukkan pentingnya pengelolaan dan pelestarian sumber mata air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan menjaga keberlanjutan lingkungan.

Koperasi Berkah Abadi Van Java, Sulap Mata Air PTPN Sinumbra Jadi Wisata Mancing

Kabupaten Bandung dianugerahi alam yang indah, salah satunya ada di Kecamatan Rancabali yang tepatnya area kebun loneng Sinumbra dan memiliki potensi besar untuk di jadikan destinasi wisata.

Sadar akan potensi, Koperasi Berkah Abadi Van Java tidak tinggal diam dan di gerakan oleh Kang Arif. Lahan milik PTPN 1 Regional Sinumbra di sulap jadi pemancingan yang representatif.

Jadi potensi perikanan muncul, potensi wisata bisa muncul tanpa perlu alih fungsi dan PTPN pun terbantu. Dengan pengairan untuk sumber pemeliharaan kebun, masyarakat bisa punya sumber air yang di alirkan ke masyarakat tanpa perlu pihak PTPN mengeluarkan dana atau bisa di sebut mandiri.

Nguseup Bos

Nguseup Boss” nama wisata pemancingan yang baru berjalan sekitar 1 tahun dengan area lahan 40 hektar. Awalnya di sini mata air mati dan tidak ada pemanfaatkan mata air yang maksimal ke petani karena tidak ada perawatan. Dan setelah di perbaiki, sumber airnya pun tidak tertutup dan maksimal hasilnya ikan yang di tanami.

Baca Juga : Home Stay ( Imelda House ) Yang Ada Di Wisata Nyampay Desa Indragiri

Memang sebelumnya dengan adanya ini, masyarakat selalu gagal budidaya akibat kekeringan di karenakan adanya kekurangan dari pihak pemangku kebijakan lahan. Yang bisa mengkondisikan  air-air itu untuk para mitra penggarap. Kami sebagai koperasi berinisiasi supaya masyarakat mandiri, memanfaatkan ruang yang tidak perlu. Adanya kerusakan lingkungan karena di sini ketika kami uji dan hadirkan pihak kebun ‘mereka berterima kasih’, yang tadinya susah air sekarang ada air.

Jadi setiap petani di buatkan bak-bak tampung dan bak tampungnya diisi ikan jadi mereka itu panen ikan secara berkala dan kami (koperasi) menampung panen ikannya. Dan ini juga ada tambahan dari hasil panen ikan, itu pun untuk gizi mereka memakan ikan mas dan ikan nila.

Di sana ada beberapa tampungan air dari bak-bak terpal yang di isi ikan dari kami bantu bibitnya, ada hampir 15 kolam yang terdekat sisanya sedang di upayakan untuk mampu sadar memanfaatkan ruang. Termasuk saung-saung ini, bagian dari solusi untuk masyarakat yang maksimal berbudidaya. Semisal saung ini gudang hasil panen tapi juga untuk masyarakat yang tidak punya tempat tinggal, mereka bisa mondok di sana bahkan ini salah satu solusi untuk pihak PTPN.

Dari Manfaat Budi Daya Ikan

Dari sini, para pekerja kebun dan petani-petani bisa menjual hasil ikan, itu semua dari yang mancing dan berwisata. Tapi potensi ini, potensi yang tidak komersil. Jadi pemanfaatan ruang yang tidak komersil yang hasilnya itu di berikan pada petani yang berkontribusi menanam ikan.

Memang para petani patungan untuk membeli bibit ikan, semisal nantinya ada yang beli maka hasilnya silakan ambil untuk. Ini sebagian yang akan di masukan ke koperasi karena ini baru selesai dan nanti ketika orang yang bermodal ikan di sini mempunyai hak dalam SHU nya itu bagian modal dari yang di salurkan ke koperasi.

Adanya keberadaa  kolam atau wisata ini bisa membantu masyarakat semisal pengobatan, perawatan tanaman dan lain-lain. Jika kemarau panjang mereka butuh air untuk penyiraman, jadi di sini bila kemarau pun air melimpah tidak pernah kekeringan.

Dengan hamparan luas tupografi alam begitu nampak jelas, pemandangan di sekitar kolam pemancingan begitu indah dan segar, “jika ke. Kabupaten Bandung jangan sampai di lewatkan”, kapan lagi bisa seru seruan memancing ikan dengan bonus pemandangan alam yang indah dan menenangkan hati.

Harapan Arif, pemanfaatan ruang-ruang yang bisa maksimal menjadi sumber ekonomi itu bisa maksimalisasi di hadirkan, di urus, di bentuk. Dan di dukung oleh pihak-pihak pemerintah juga pihak pemangku kelolaan (PTPN) karena pembangunan seperti ini tidak merusak lingkungan. Bermanfaat dan positif untuk penambahan nilai gizi dan hasil sumber ekonomi.

Pewarta : Abeng

Pendiri & Pimpinan Redaksi
Agus Suhendar Pendiri & Pemilik PT Sandy Putra Suhendar Mandiri Agus Suhendar adalah wartawan senior kelahiran 1972 yang telah lama berkecimpung di dunia jurnalistik nasional. Ia merupakan pendiri dan pemilik PT Sandy Putra Suhendar Mandiri, perusahaan yang menaungi Balance News serta sejumlah media lainnya. Sebelum mendirikan perusahaan media, Agus Suhendar aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, serta lembaga pemerhati kebijakan pemerintah dan pemberantasan korupsi. Pengalaman tersebut membentuk perspektif kritis dan komitmen kuat terhadap nilai transparansi, akuntabilitas, dan kepentingan publik. Melalui media-media yang dikelolanya, Agus Suhendar mendorong praktik jurnalisme berimbang, independen, dan investigatif, serta menempatkan pers sebagai pilar kontrol sosial dalam kehidupan demokrasi. Ia juga berperan aktif dalam pembinaan jurnalis dan penguatan etika profesi pers. PT. Sandy Putra Suhendar resmi didirikan untuk menaunginya.

    Leave feedback about this

    • Kualitas Berita
    • Akurasi Informasi
    • Tampilan Website

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses