
WASPIRA NEWS || BANDUNG – Bertempat di Kampung Baros, Desa Baros, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, telah di laksanakan acara tasyakuran peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Bale Asih Rancage pada Selasa (28/4/2026).
Acara yang mengusung tema “Bersama untuk Satu Tujuan, Bersatu untuk Mencapai Harapan” ini menandai di mulainya operasional SPPG Baros Arjasari #010 (ID: YUGVFNA) dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Kehadiran Lintas Sektoral
Kegiatan ini di hadiri oleh berbagai unsur pimpinan daerah dan tokoh masyarakat, di antaranya:
Kapten Inf. Suranto Danramil 2405/Arjasari beserta jajaran anggota. Kapolsek Pameungpeuk, Kompol Asep Dedi, S.H. Sekretaris Camat (Sekcam) Arjasari. Pemerintah Desa Baros yang di wakili oleh Sekdes Baros. Ketua MUI Desa Baros, tokoh masyarakat, serta jajaran Ketua RT/RW setempat.
Fokus pada Kualitas dan Transparansi
Sesuai dengan kebijakan Badan Gizi Nasional per awal 2026, operasional SPPG kini sangat menekankan pada aspek transparansi. Pihak yayasan di wajibkan untuk aktif mempublikasikan menu, kandungan gizi, hingga harga makanan melalui platform media sosial seperti Facebook, Instagram, dan TikTok sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik.
Kepala SPPG Baros Arjasari dalam sambutannya berharap agar kehadiran satuan pelayanan ini dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya anak-anak, baik secara fisik maupun perkembangan otak. Pihak yayasan juga memohon dukungan dari seluruh unsur di Kecamatan Arjasari agar program mulia ini berjalan lancar.
Pesan Kamtibmas dan Keterbukaan Informasi
Sekcam Arjasari dalam arahannya menekankan pentingnya pengawalan program MBG agar benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Beliau berpesan agar kejadian-kejadian. Kurang baik di masa lalu tidak terulang kembali dan aspirasi masyarakat harus di dengar dengan seksama oleh pihak pengelola SPPG.
Senada dengan hal tersebut, Kapolsek Pameungpeuk, Kompol Asep Dedi, S.H., memberikan edukasi mengenai pentingnya komunikasi yang baik.
“Pihak SPPG di harapkan membangun komunikasi yang harmonis dengan masyarakat dan tidak perlu menghindari rekan-rekan wartawan. Keterbukaan informasi adalah kunci demi kebaikan bersama, terutama bagi para penerima manfaat,” ujar Kompol Asep Dedi.
Program MBG ini sendiri di targetkan untuk peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita guna mengatasi masalah stunting, malnutrisi, dan obesitas.
Seluruh proses penyediaan makanan di pastikan melalui Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) dan standar keamanan pangan (HACCP) yang ketat. Untuk menjamin kebersihan dan kesehatan konsumsi masyarakat.
Kontributor: Abah Eep R/Tim



Leave feedback about this