Berita Pengguna Jalan

Diduga Proyek “Siluman”, Pengerjaan Rabat Beton di Jalan Arjasari – Lebakwangi Disorot Publik

Diduga Proyek "Siluman", Pengerjaan Rabat Beton di Jalan Arjasari - Lebakwangi Disorot Publik
Diduga Proyek "Siluman", Pengerjaan Rabat Beton di Jalan Arjasari - Lebakwangi Disorot Publik
Diduga Proyek “Siluman”, Pengerjaan Rabat Beton di Jalan Arjasari – Lebakwangi Disorot Publik

KABUPATEN BANDUNG, Waspira News. Rabu (22/7/2026) – Pengerjaan proyek rabat beton di Jalan Raya Arjasari – Lebakwangi, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, menuai sorotan tajam dan keluhan dari warga setempat serta para pengguna jalan. Proyek yang dinilai minim pengawasan tersebut memicu kemacetan panjang hingga mencapai kurang lebih 1 kilometer dari kedua arah.

Berdasarkan pantauan langsung di lokasi pada Rabu (22/7/2026), proyek pengerjaan jalan ini terkesan seperti “proyek siluman” lantaran tidak terpasang papan informasi publik. Ketiadaan papan proyek ini diduga melanggar Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), yang menyatut hak masyarakat untuk mengetahui sumber dana, besaran anggaran, hingga kontraktor pelaksana.

Pengawas Kontraktor dan Dinas Terkait Nihil di Lokasi

Selain ketidaktransparanan anggaran, pelaksanaan pengerjaan di lapangan juga minim pengawasan teknis. Di lokasi pembangunan, tidak ditemukan hadirnya petugas pelaksana maupun pengawas dari pihak kontraktor pelaksana serta dinas terkait. Ketiadaan pengawas di lapangan dinilai menjadi pemicu amburadulnya manajemen pengerjaan di lokasi.

Abaikan K3 dan Manajemen Lalu Lintas

Tak hanya masalah transparansi, aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) disinyalir kuat diabaikan. Sejumlah pekerja tampak tidak melengkapi diri dengan Alat Pelindung Diri (APD) standar seperti helm proyek, rompi keselamatan, maupun sepatu keselamatan.

Manajemen lalu lintas di sekitar lokasi pengerjaan pun buruk. Ketiadaan rambu-rambu petunjuk lalu lintas maupun skema pengalihan arus sejak awal pengerjaan membuat kendaraan roda dua dan roda empat menumpuk di jalur sempit.

“Jalanan jadi sempit karena ada truk molen beton dan pengerjaan dilakukan separuh jalan, tetapi tidak ada pengatur jalan yang jelas atau rambu peringatan dari jauh. Akibatnya macet parah,” ujar salah seorang pengguna jalan di lokasi.

Kualitas Bahan Dipertanyakan

Warga dan elemen masyarakat juga mempertanyakan spesifikasi teknis serta mutu bahan rabat beton yang digunakan. Minimnya transparansi dan tidak tersedianya informasi resmi di lokasi membuat publik meragukan kelayakan mutu konstruksi jalan tersebut.

Masyarakat berharap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) maupun instansi terkait di Kabupaten Bandung segera turun ke lapangan untuk melakukan inspeksi, menertibkan manajemen K3, menyiagakan pengawas, serta memasang papan informasi proyek demi menjaga akuntabilitas penggunaan anggaran publik.

Liputan Khusus : Tim/WN

Pendiri & Pimpinan Redaksi
Agus Suhendar Pendiri & Pemilik PT Sandy Putra Suhendar Mandiri Agus Suhendar adalah wartawan senior kelahiran 1972 yang telah lama berkecimpung di dunia jurnalistik nasional. Ia merupakan pendiri dan pemilik PT Sandy Putra Suhendar Mandiri, perusahaan yang menaungi Balance News serta sejumlah media lainnya. Sebelum mendirikan perusahaan media, Agus Suhendar aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, serta lembaga pemerhati kebijakan pemerintah dan pemberantasan korupsi. Pengalaman tersebut membentuk perspektif kritis dan komitmen kuat terhadap nilai transparansi, akuntabilitas, dan kepentingan publik. Melalui media-media yang dikelolanya, Agus Suhendar mendorong praktik jurnalisme berimbang, independen, dan investigatif, serta menempatkan pers sebagai pilar kontrol sosial dalam kehidupan demokrasi. Ia juga berperan aktif dalam pembinaan jurnalis dan penguatan etika profesi pers. PT. Sandy Putra Suhendar resmi didirikan untuk menaunginya.

    Leave feedback about this

    • Kualitas Berita
    • Akurasi Informasi
    • Tampilan Website

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses