
Waspira News || Kab. Bandung – Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) dan Rehab demi peningkatan mutu pendidikan, pembangunan merupakan peran penting pemerintah pusat. Maupun pemerintah daerah dalam upaya mewujudkan peningkatan infrastruktur pembangunan baik itu berupa perawatan, rehab seperti halnya kepedulian pemerintah dalam dunia pendidikan.
Selain belajar dan mengajar dalam menimba ilmu di sekolah, keselamatan dan keamanan fasilitas gedung sekolah merupakan kunci utama rasa kenyamanan. Belajar dan mengajar di sekolah.
Revitalisasi SMK Ini Dalam Pengamanan Penyidik Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri
Proyek Strategis Nasional Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan, Berdasarkan instruksi Presiden Nomer 7 Tahun 2025, Pekerjaan ini dalam Pengamanan Penyidik Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negri Kejaksaan Negri Kabupaten Bandung. Alamat JL R A.A WIRANATA KUSUMAH No 11BALEENDAH , KEC.BALEENDAH
Kegiatan : Bantuan Revitalisasi Sekolah Kejuruan Tahun Anggaran 2025
Pekerjaan :
• Pembangunan RPS KK BUSANA
• Pembangunan RPS KK TEKNIK KIMIA INDUSTRI
• Pembangunan toilet 5 Paket
• REHABILITASI RUANG KELAS
• PERABOT
• PENGECETAN
Jumlah Dana Bantuan : Rp.3.968.770.000
Sumber Dana : APBN 2025
Pelaksana : Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan
Waktu Pelaksanaan. : 133 Hari (21 Juli s/d 30 November 2025)
Sekolah SMKN 2 Baleendah Kecamatan Baleendah merupakan salah satu sekolah yang menerima bantuan dari pusat untuk peningkatan infrastruktur. Namun hasil pantauan di lapangan ditemukan beberapa kejanggalan dalam pembangunan ruang kelas baru tersebut.
Adapun kejanggalan yang di dapati di lokasi pembangunan yaitu untuk bahan material tidak sesuai RAB, para pekerja tidak di lengkapi. Dengan standar keselamatan kerja (K3), pekerjaan pembangunan diduga tidak sesuai dengan acuan dalam spesifikasi yang di tentukan oleh pemerintah.
Pewarta Balancenews mendatangi Pihak Sekolah SMKN 2 BALEENDAH, Senin 11 Agustus 2025
Saat di temui di lobby sekolah Humas SMKN 2 Baleendah Sutisna, terkait pembangunan yang sedang berjalan mengatakan memang benar. SMKN 2 Baleendah mendapatkan bantuan dari pusat atau APBN 2025 yang di kerjakan secara swakelola melalui konsultan, anggaran. Yang di berikan sebesar Rp. 3.968.770.000,- pekerjaan berdasarkan kontrak di laksanakan selama 133 hari kalender (21Juli s/d 30 November 2025). tersebut baru berjalan sekitar 2 Minggu.
Humas SMKN 2 Baleendah Sutisna dan Sekertaris dalam pembangunan revitalisasi sangat berterimakasih, dengan adanya bantuan dari pemerintah untuk revitalisasi pembangunan. RKB ini yang di dapatkan secara proses. Pada awal bulan Juli 2025 itu sudah berjalan seperti bimbingan teknis dan lain-lain. Sehingga pertengahan bulan Juli ini sudah di lakukan pembangunan sesuai dengan paket yang di terima dari program revitalisasi tahun 2025 ini. Dan sekarang progresnya sudah mulai terbangun, dari beberapa paket penyesuaian dengan perencanaan yang keterkaitan dengan program ini.
Akhir bulan Juni pihak sekolah melakukan Bimtek di Jakarta sesuai undangan pada Kepala Sekolah dan tim perencana yang hadir kesana, sesudah itu proses kita harus mengumpulkan laporan awal dan lain-lain. Dan pertengahan bulan juli kita baru mulai pengerjaan.
Terkait Anggaran Di Kirimkan Pada Siapa Atau Atas Nama Siapa
Itu nantinya di buatkan nomor rekening sesuai dari arahan pemerintah pusat, kami hanya menyertakan beberapa persyaratan pada bank terkait. Berdasarkan dari MOU itu di kirim secara bertahap.
Disisi lain pihak sekolah SMKN 2 mengelak jika itu pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) tahun 2025, karna menurutnya ini program revitalisasi bukan RKB. Jadi apa yang di pertanyakan dari awal oleh awak media itu tentunya berbeda. Menurut Humas SMKN 2 Baleendah.
Tambah Sekertaris yang katanya ikut Bintek ketika menjelaskan ada beberapa pilihan paket seperti paket Ruang Kelas Baru (RKB) dan lain-lain, itu pun peruntukannya jelas. Dan yang kami dapatkan itu Ruang Praktek Siswa (RPS), terkait teknisnya itu tentunya di gunakan oleh kelasnya atau pembelajarannya. Tapi aturannya sesuai dengan kepentingan yaitu praktek siswa, dan itu pun standarisasinya berbeda.
Jadi SMKN 2 Baleendah Untuk Pembangunan RKB Tidak Ada
Ironis, pihak sekolah SMKN 2 Baleendah pungkiri pembangunan RKB dan menurutnya yang sedang kami kerjakan ini yaitu RPS Memang awalnya kami dapat. Untuk program itu tapi juga dapat revitalisasi dan oleh pusat ya kami pun harus memilih salah satu. Kami pun memilih revitalisasi karna membutuhkan RPS, karna jika memilih RKB tahun depan pun masih ada. Tutur Triman
Terpantau di lokasi untuk papan proyek pun di simpan di belakang, bukannya di pampang di depan gerbang sekolah sehingga publik pun tahu bahwa sekolah sedang melaksanakan pembangunan.
Papan informasi proyek yang tersembunyi diduga sekolah tidak transparan sehingga dugaan pun muncul, ada apa ??? Sebaiknya papan informasi di simpan atau di pindahkan ke lokasi yang terlihat jelas seperti depan pintu gerbang sekolah.
Dugaan penggunaan bahan material pun tidak sesuai, di pastikan spek pun di ragukan, jika pembangunan revitalisasi tersebut di buat asal-asalan bisa saja beberapa tahun kemudian ambruk. Lantas siapa yang bertanggung jawab di kemudian hari.
” Jika sampai ambruk atau terjadi kecelakaan di kemudian hari, siapa yang bertanggung jawab??? Ini bukan masalah mutu dan kualitas proyek tapi menyangkut keselamatan anak-anak kita yang sekolah di sana “.
Apalagi di sana tidak terlihat konsultan, yang seharusnya ikut serta mengawasi pekerjaan tersebut, Untuk itu pada instansi terkait juga. Dinas Pendidikan pusat untuk kroscek ke lapangan, agar tidak terjadi adanya Mark up dalam pembangunan revitalisasi tersebut.
Sementara Rahmat Selamet bagian sarana prasana (SPMK) untuk sekolah SMA/SMK Disdik jabar menanggapi terkait proyek revitalisasi. Yang sedang berjalan di tahun 2025 ini sekolah yang ada di list terdaftar belum tentu semua mendapatkan karna adanya sistem yang tidak menyeluruh pada sekolah yang menerima.
Harapan pun di sampaikan Rahmat, dengan adanya program tersebut yang belum terlaksana agar secepatnya di lakukan, adanya kendala di lapangan itu tentunya menghambat proses pekerjaan. Program ini sangat bagus untuk tingkat pendidikan karna dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, mendukung pembelajaran praktik, serta meningkatkan mutu pendidikan kejuruan.
Diduga dalam Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (Simlah) tidak sesuai spek:
istilah ini merujuk pada proses pengadaan barang dan jasa yang di lakukan oleh sekolah, terutama yang di biayai dari dana pemerintah, Barjas sekolah mencakup berbagai kebutuhan sekolah, mulai dari alat tulis,buku pelajaran peralatan pembelajaran dan perbaikan sarana prasarana.
Sebagai contoh pembangunan revitalisasi di SMKN 2 Baleendah Kab. Bandung, mulai dari bahan material semen menggunakan merk Rajawali meskipun. Berstandar SNI tapi dari harga lebih murah dari merk Tiga Roda apakah sesuai spek di Rencana Anggaran Biaya (RAB). Muncul dugaan atau indikasi mar,up harga di pasaran, pasir pasang dan pasir cor kuat dugaan di kurangi kubikasi yang tidak sesuai dengan RAB, dan bahan material lainnya.
Dalam hal ini Pihak Dinas Pendidikan provinsi Jawa Barat seharusnya bisa mengawal pekerjaan tersebut demi menjaga rentan di korupsi. Kuat dugaan pihak panitia pembangunan SMKN 2 Baleendah, di kerjakan ke pihak ketiga disinyalir akan terjadi ajang Bancakan berbagi keuntungan semata demi kepentingan pribadi.
Kami meminta aparat Penegak Hukum Netralitas tidak ada ke berpihakan, segera bertindak menyangkut Dana pemerintah yang seharusnya, di gunakan. Untuk kepentingan di dunia pendidikan, jangan sampai harapan para murid untuk mendapatkan tempat pendidikan yang layak, justru di rampas oleh oknum yang tidak bertanggung jawab kami berharap BPK RI, inspektorat Provinsi, Sub tipikor Polda Jabar, Kejari, Kejati turu tangan menyikapi hal ini mengingat terciptanya Dunia pendidikan yang bersih dari KKN.
Pewarta : Abeng/Jul
RedWN



Leave feedback about this