Berita Bupati Bandung Camat Rancabali Dinas Pendidikan Kab Bandung Disdik Jabar Kec Rancabali

Dana BOS Di SDN Cipelah 2 Kabupaten Bandung Diduga Tidak Di Realisasikan

Diduga Dana BOS Tidak Di Serap Oleh SDN Cipelah 2 Kabupaten Bandung

Waspira News || Kab Bandung — Diduga Dana BOS tidak di serap oleh SDN Cipelah 2 Kabupaten Bandung. Lingkungan pendidikan yang kumuh dan kotor dapat mengganggu kenyamanan belajar dan mengajar, serta berdampak buruk pada kesehatan.

Diduga Dana BOS Tidak Di Serap Oleh SDN Cipelah 2 Kabupaten Bandung

Seperti sekarang yang terjadi di SDN 2 Cipelah Kec. Rancabali Kabupaten Bandung terlihat kotor dan tak terawat alias kumuh. Seperti ruang Kepsek, Guru dan ruang kelas tempat belajar anak-anak. Rabu, 19/03/2025

Dari pantauan tim awak media, Sekolah tersebut sangat memprihatinkan. Tampak dari cat yang sudah pudar dan temboknya pun sudah kusam diduga belum ada perawatan dan perbaikan.

Diduga Dana BOS tidak di serap oleh SDN Cipelah 2 Kabupaten Bandung. 
Gambar Ruangan Yang Tidak Terawat

 

Diketahui, Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2024 yang sudah di gelontorkan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Yang bertujuan untuk memenuhi standar layanan, minimal proses kegiatan belajar mengajar pada satuan pendidikan khususnya di bidang pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah.

Baca Juga : IWOI DPD KAB SUKABUMI PERKUAT KERJASAMA DENGAN DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUKABUMI

Adanya laporan penggunaan dana Bos yang sangat besar di duga tidak sesuai dengan kondisi perawatan Sekolah yang ada, kini menjadi perhatian publik. Namun lagi-lagi, diduga bantuan tersebut tidak di manfaatkan dengan baik oleh pihak Sekolah.

Masyarakat Desa Cipelah Yang Turut Prihatin Dengan Keadaan Sekolah

Tak hanya itu, masyarakat Desa Cipelah berinisial AC (50) tahun saat di konfirmasi awak media mengatakan ia juga. Melihat dengan keadaan Sekolah yang sangat memprihatinkan.”Iya, kelihatannya udah lama belum ada perawatannya sampai sekarang” ucap AC.

Apalagi saat ini musim tidak menentu,kadang hujan kadang panas,sehingga lingkungan sekolah yang tidak bersih dan kotor alias tidak terawat akan mudah menjadi sarang penyakit.

Musim hujan di bulan maret, akibat sekolah kotor dan kumuh akan berdampak kepada guru dan siswa-siswi yang sedang beraktifitas di lingkungan sekolah.

“Dampak akibat gigitan nyamuk aedes anak-anak akan demam sakit karena lingkungan sekolah yang kotor, siapa yang rugi dan siapa akan di salahkan dalam hal ini”.

Keterangan Pihak Sekolah SDN Cipelah 2

Sementara ketika datangi kantor Kepala Sekolah SDN Cipelah 2, kebetulan menurut guru lainnya Ibu Siti sedang rapat di SDN Sindur Kec. Rancabali.

Dengan adanya hal ini, awak media pun mencoba menghubungi Kepsek Siti Jena melalui pesan singkat WhatsApp namun belum juga ada tanggapan hingga berita ini di muat.

Baca Juga : Viral Ritual Buang Celana Dalam Di Situs Pancuran 7 Kec Rancabali

Miris, bukan hanya sekolah yang kotor dan tidak terawat tetapi ruang Kepsek dan guru pun bercampur. Sehingga Kepsek atau guru pun tidak mempunyai ruang privasi pribadi, yang mana hal tersebut membuat ruangan acak-acakan.

Lingkungan Sekolah yang bersih,rapi dan nyaman, menjadi sarana utama juga bagi murid-murid untuk mengikuti proses belajar. Dan semua kegiatan yang ada di sekolah.

Kenapa sangat penting untuk kebersihan di lingkungan sekolah, karna dapat juga menaikkan nilai akademis siswa sehingga secara tidak langsung. Juga menaikkan citra guru maupun reputasi sekolah itu sendiri.

Pemerhati Pendidikan Kab.Bandung Pun Ikut Menyikapi Hal Tersebut

Menurut pemerhati Pendidikan di Kab Bandung Hedi, menyikapi Sekolah yang terlihat kumuh “Pembelajaran karakter harus di mulai dari keluarga. Dan pemerintah wajib bekerja sama dengan masyarakat guna membangun karakter anak yang punya empati terhadap lingkungan dan orang lain”. Jika pihak sekolah tidak ada anggaran untuk memperbaiki bangunan yang rusak, maka harusnya mengajukan untuk perbaikan melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Baca Juga : Adanya Pemberitaan Di Media Online BhayangkarSatu Terkait Ujaran Kebencian, Pimred Waspira News Angkat Bicara

Melihat hal ini, sudah selayaknya pihak dari Dinas Pendidikan Pusat. Untuk turun ke lokasi dan mengecek perihal tidak terawatnya Gedung Sekolah tersebut.

Pewarta : Abeng
Kontributor : Lipsus Bandi

 

Pendiri & Pimpinan Redaksi
Agus Suhendar Pendiri & Pemilik PT Sandy Putra Suhendar Mandiri Agus Suhendar adalah wartawan senior kelahiran 1972 yang telah lama berkecimpung di dunia jurnalistik nasional. Ia merupakan pendiri dan pemilik PT Sandy Putra Suhendar Mandiri, perusahaan yang menaungi Balance News serta sejumlah media lainnya. Sebelum mendirikan perusahaan media, Agus Suhendar aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, serta lembaga pemerhati kebijakan pemerintah dan pemberantasan korupsi. Pengalaman tersebut membentuk perspektif kritis dan komitmen kuat terhadap nilai transparansi, akuntabilitas, dan kepentingan publik. Melalui media-media yang dikelolanya, Agus Suhendar mendorong praktik jurnalisme berimbang, independen, dan investigatif, serta menempatkan pers sebagai pilar kontrol sosial dalam kehidupan demokrasi. Ia juga berperan aktif dalam pembinaan jurnalis dan penguatan etika profesi pers. PT. Sandy Putra Suhendar resmi didirikan untuk menaunginya.

    Leave feedback about this

    • Kualitas Berita
    • Akurasi Informasi
    • Tampilan Website

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses