
WASPIRANEWS || BALEENDAH, JABAR — Proyek Rekonstruksi Jalan di Baleendah Rusak Pipa PDAM dan Buat Jalan Kumuh, Warga Keluhkan Kelalaian Kontraktor Pelaksanaan proyek rekonstruksi jalan dan saluran air di wilayah Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, memicu keluhan warga.
Selain diduga merusak jalur pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), pengerjaan proyek tersebut dinilai asal-asalan karena meninggalkan tumpukan tanah galian yang berserakan di fasilitas umum, Senin (27/7/2026).
Berdasarkan pantauan di lapangan, yakni di Jl. R.A.A. Wiranata Kusumah No. 11, Kecamatan Baleendah, tanah bekas galian alat berat dibiarkan menumpuk berceceran di atas trotoar hingga menjorok ke badan jalan.
Kondisi ini membuat pemandangan di sekitar lokasi terlihat kumuh, mengganggu aktivitas pejalan kaki, serta berpotensi membahayakan para pengguna jalan yang melintas.
Tak hanya masalah estetika dan keselamatan lalu lintas, kelalaian dalam pengerjaan penggalian juga menyebabkan pipa distribusi air bersih milik PDAM bocor. Sejak pagi hingga siang hari, belum tampak adanya upaya perbaikan dari pihak kontraktor pelaksana.
“Kejadiannya dari pagi, tapi sampai siang belum ada perbaikan sama sekali dari kontraktor. Sangat disayangkan, sudah berapa kubik air bersih terbuang sia-sia. Ditambah lagi tanah galian dibiarkan berceceran ke jalan, bikin kotor dan kumuh,” ungkap salah seorang warga di lokasi.
Proyek yang dikeluhkan warga ini merupakan Pekerjaan Rekonstruksi Jalan dan Saluran RSUD Welas Asih di bawah naungan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat (UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan III).
Merujuk pada papan informasi proyek di lokasi, kegiatan ini menelan dana APBD Provinsi Jawa Barat TA 2026 sebesar Rp25.387.479.518,70. Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Marko Wijaya Mandiri selaku kontraktor pelaksana, dengan pengawasan dari konsultan supervisi PT Anugrah Ezzy Perkasa, KSO PT Nidisa Estetika.
Warga mendesak pihak kontraktor dan Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat untuk segera turun tangan membenahi kebocoran pipa serta membersihkan sisa tanah galian agar tidak memicu kecelakaan maupun merugikan masyarakat sekitar lebih lanjut.
Pewarta : A Abeng RedBN



Leave feedback about this