Berita Bupati Bandung DPUTR Kab Bandung Gubernur Jabar K3 Kecamatan Kertasari KIP Jabar

Lagi-Lagi Proyek Siluman,Tanpa Papan Informasi Di Desa Cihawuk : Lemahnya Pengawasan Dari Dinas Atau Instansi Terkait

Lagi-Lagi Proyek Siluman,Tanpa Papan Informasi Di Desa Cihawuk : Lemahnya Pengawasan Dari Dinas Atau Instansi Terkait

WASPIRA.COM || BANDUNG — Pelaksanaan proyek pekerjaan fisik berupa Pembangunan Jalan Perhutani dan Tembok Penahan Tanah (TPT) yang berlokasi di Kampung Tutugan, RT 10 / RW 03, Desa Cihawuk, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, menuai sorotan tajam dari warga serta awak media.

Proyek yang bersumber dari uang negara ini di duga di kerjakan secara asal-asalan dan tidak transparan karena minimnya pengawasan. Serta ketiadaan papan informasi proyek di lokasi kegiatan.

Berdasarkan pemantauan di lapangan pada Minggu, 27 September 2026, proyek pembangunan tersebut terpantau hampir rampung dengan panjang jalan. Yang di bangun tidak jelas ini, namun sejumlah pelanggaran dan kejanggalan di temukan dalam pelaksanaannya.

Lagi-Lagi Proyek Siluman,Tanpa Papan Informasi Di Desa Cihawuk : Lemahnya Pengawasan Dari Dinas Atau Instansi Terkait
Terlihat Dilokasi Proyek, Tak Nampak Papan Informasi

 

Dugaan “Proyek Siluman” Tanpa Papan Informasi di sekitar lokasi proyek, tidak di temukan adanya pemasangan papan nama proyek. Yang memuat rincian anggaran, sumber dana, maupun pelaksana kegiatan.

Kondisi ini jelas melanggar ketentuan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) serta Peraturan Presiden. (Perpres) Nomor 12 Tahun 2021 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Proyek yang menggunakan uang negara wajib bersifat transparan agar masyarakat dapat ikut serta melakukan pengawasan.

Lemahnya Pengawasan dan Pengabaian K3

Para pekerja di lapangan terlihat masih mengabaikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan tidak mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai.

Selain itu, saat di konfirmasi oleh awak media, pihak pengawas proyek yang di sebut-sebut bernama Ajo dan satu orang rekan lainnya tidak tampak berada di lokasi untuk memantau jalannya pekerjaan.

Kejanggalan material batu pondasi berdasarkan informasi dan pantauan langsung di lapangan, material batu yang di gunakan untuk pondasi TPT di duga di ambil langsung dari sekitar lokasi pembangunan di Kampung Tutugan, bukan dibeli dari tempat resmi.

Aktivitas pemecahan batu tampak dilakukan secara manual menggunakan palu dan pahat oleh para pekerja, salah satunya berinisial RN.

Hal ini menimbulkan tanda tanya besar, karena sebelumnya sempat ada keterangan dari Bapak R yang menyatakan bahwa. Bebatuan tersebut di beli dari quari Galian C di daerah Cangkring, Baleendah.

Di keluhkan warga sekitar, akibat dampak lingkungan  termasuk seorang warga berinisial IN (45) menyampaikan keluhannya kepada awak media terkait kualitas pekerjaan.

Akibat struktur bangunan jalan yang belum sepenuhnya beres, hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Sabtu, 26 September 2026. Memicu aliran air deras dari hulu ke hilir yang berpotensi menimbulkan banjir serta kerusakan.

Warga juga mempertanyakan profesionalisme pekerja, yang di kabarkan bukan merupakan warga setempat.

Meskipun di lokasi terlihat satu unit alat berat jenis excavator yang di siagakan, lemahnya transparansi dan pengawasan. Membuat masyarakat menduga proyek ini di kerjakan secara asal-asalan demi meraup keuntungan sepihak.

Masyarakat bersama awak media mendesak pihak instansi terkait dan penegak hukum di Kabupaten Bandung untuk segera turun tangan. Melakukan investigasi terhadap pelaksanaan proyek tersebut.

Hingga berita ini di turunkan, pihak kontraktor pelaksana belum memberikan keterangan resmi.

Pendiri & Pimpinan Redaksi
Agus Suhendar Pendiri & Pemilik PT Sandy Putra Suhendar Mandiri Agus Suhendar adalah wartawan senior kelahiran 1972 yang telah lama berkecimpung di dunia jurnalistik nasional. Ia merupakan pendiri dan pemilik PT Sandy Putra Suhendar Mandiri, perusahaan yang menaungi Balance News serta sejumlah media lainnya. Sebelum mendirikan perusahaan media, Agus Suhendar aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, serta lembaga pemerhati kebijakan pemerintah dan pemberantasan korupsi. Pengalaman tersebut membentuk perspektif kritis dan komitmen kuat terhadap nilai transparansi, akuntabilitas, dan kepentingan publik. Melalui media-media yang dikelolanya, Agus Suhendar mendorong praktik jurnalisme berimbang, independen, dan investigatif, serta menempatkan pers sebagai pilar kontrol sosial dalam kehidupan demokrasi. Ia juga berperan aktif dalam pembinaan jurnalis dan penguatan etika profesi pers. PT. Sandy Putra Suhendar resmi didirikan untuk menaunginya.

    Leave feedback about this

    • Kualitas Berita
    • Akurasi Informasi
    • Tampilan Website

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses