
Waspira News || Cianjur- Ratusan masyarakat Desa Mekarwangi, Kecamatan Cikadu, Kabupaten Cianjur, menggeruduk Kantor Desa setempat untuk melakukan aksi kemarahan nya terhadap perangkat desa yang di duga melakukan perbuatan asusila atau cabul terhadap seorang guru honorer.
Oknum Perangkat Desa Mekarwangi Diduga Lakukan Asusila Dengan Guru Honorer
Mereka mendatangi Kantor Desa pada hari Kamis, 30/1/2025 dan berkumpul di depan halaman Kantor Desa menyatakan mosi tak percaya terhadap perangkat desa Mekarwangi yang di anggap cacat secara moral.
Dalam aksi tersebut ratusan masyarakat menuntut agar oknum perangkat desa Mekarwangi (IJ) mengundurkan diri dari jabatan nya, hal tersebut dampak dari adanya dugaan perbuatan asusila oknum sekdes terhadap korban berinisial (FK) yang ramai menjadi perbincangan masyarakat.
Kericuhan pun terjadi di Kantor Desa ketika perangkat desa lainnya cekcok dengan awak media yang meliput kejadian tersebut, dan di duga adanya intimidasi dari perangkat desa jika permasalahan ini di publikasikan.
Adanya Musyawarah Kedua Belah Pihak Antara AS dan IJ
Menurut keterangan oknum perangkat desa IJ yang merupakan warga Kp. Ciburial RT 04/02 Desa Mekarwangi, bahwa dalam pernyataan dari musyawarah atau klarifikasi memang betul IJ memiliki hubungan special dengan FK. Perkenalan terjadi karna memang kita patner kerja di bidang posyandu, jadi seiring berjalan waktu dan sering bertemu hal-hal yang memang tidak mungkin pun terjadi seperti perselingkuhan ini.
Baca Juga : PENAHANAN TERSANGKA AB DAN S ATAS TINDAK PIDANA KORUPSI DI PT PEGADAIAN
Korban FK merupakan warga asal Kp. Cipeundeuy RT 04/02 Desa Mekarwangi yang bekerja sebagai guru honorer sekaligus kader posyandu Desa Mekarwangi Kecamatan Cikadu.
Selain itu suami korban berisial AS, yang memang bekerja di luar negeri tidak mengetahui bahwa istrinya memiliki hubungan spesial dengan oknum perangkat desa Mekarwangi. Dan ketika pulang ke kampung halaman, AS di kejutkan dengan kabar bahwa istrinya berselingkuh.
AS Sampaikan Keluhan Kekecewaan Pada Awak Media
“Pulang ke kampung halaman bukannya di sambut dengan kabar baik namun malah tertimpa musibah seperti ini, tidak menyangka bahwa istrinya menaburkan kekecewaan padahal saya percaya bahwa istri saya tidak mungkin macam-macam ketika di tinggalkan kerja ke luar negeri. Dan juga dengan adanya masalah ini kemungkinan rumah tangga pun tidak akan di lanjutkan karna perselingkuhan ini. Jujur saya malu oleh keluarga dan juga masyarakat sekitar” ucap AS.
Setelah masyarakat ramai-ramai mendatangi desa, permasalahan pun di selesaikan secara kekeluargaan pada hari Senin, 3/2/2025 bertempat di Aula Desa Mekarwangi pada pukul 14.40 WIB yang di hadiri oleh suami korban, oknum perangkat desa, saksi-saksi dan sebagian masyarakat yang ingin mengikuti alur permasalahan ini endingnya seperti apa.
Dengan membuat berita acara penerimaan aduan, pihak desa pun membuat surat pernyataan antara suami korban AS dan oknum perangkat desa IJ yang menyatakan “bahwa adanya kesepakatan untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi secara damai, tanpa adanya paksaan dari pihak manapun”.
“Bagaimana seorang pemimpin yang moralnya rusak bisa memimpin ribuan warga, sungguh memalukan mau jadi apa nantinya Desa Mekarwangi. Itu sama saja mencoreng nama baik sendiri, keluarga, desa juga masyarakat Mekarwangi” cecar salah satu warga.
Atas adanya kejadian ini pihak Kecamatan dan BPD Desa Mekarwangi harus bertindak tegas pada oknum perangkat desa yang telah berbuat asusila, lantaran di anggap telah membuat aib dan mencoreng nama baik desa.
Pewarta : Abo
Redaktur : Suhendar



Leave feedback about this