
Waspira News || Jawa Barat – Pelaksana Curangi Spesifikasi Pemasangan PJU Di Program Jabar Caang, Masyarakat viralkan masalah pondasi di isi pasir di Pemasangan Tiang Penerangan Jalan Umum (PJU) Provinsi kini di bongkar kembali.
Program Gubernur tentang pemasangan PJU (Penerangan Jalan Umum) di Jawa Barat, focus pada peningkatan infrastruktur dengan anggaran hingga Rp. 1 Triliun dan desain berkarakter budaya lokal dengan ornamen kujang dan mega mendung di jalan provinsi.
Tujuannya menciptakan lingkungan lebih aman dan terang bahkan mencakup program ‘Jabar Caang’ dengan target ribuan titik PJU, ini menunjukan Upaya integrasi infrastruktur (PJU,Marka, Drainase) pendukung jalan untuk kenyamanan public.
Pelaksanaan tersebut di laksanakan secara bertahap melalui Dinas Perhubungan dan Dinas Bina Marga berkolaborasi dengan pemerintah daerah masing-masing.
Viral Di Medsos Tiktok
Akibat lemahnya pengawasan dari dinas terkait pemasangan tiang penerangan PJU di ruas Jalan provinsi, di kerjakan asal-asalan oleh pelaksana lapangan. Sehingga bisa di katakan kurang professional dalam menjalankan proyek tersebut dan diduga ada indikasi di mark up.
Masyarakat endus para pelaksana nakal, untuk Spesifikasi bawah tiang penerangan jalan umum untuk kontruksinya hanya di isi pasir, bukan coran beton.
Keluhan Masyarakat Kp. Ranca Gadog Kecamatan Pangalengan
Alhasil pantauan awak media Waspira News, di sayangkan pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) di wilayah di beberapa titik ruas jalan Pangalengan Kab Bandung terlihat asal pasang dan kurang rapi.
Menurut masyarakat sekitar bernama Asep (55) ungkapkan pekerjaan program Gubernur ini, benar-benar di kerjakan asal-asalan karena memang warga melihat para pekerja mencampurkan pasir, batu krikil dan semen saja. Di pertanyakan, kenapa tidak pakai air dan langsung di masukan kecetakan badan tiang PJU yang di tutup oleh seng.
Tambah Asep Warga masyarakat Kec Pangalengan
Saya sempat ngobrol sama pemborong atau pelaksana pemasangan PJU, katanya pemasangan tiang dari Banjaran ke Cukul itu kira-kira 175 titik. Untuk pemasangan 1 hari itu bisa terpasang 5 tiang dan pekerja ada 3 orang dengan HOK Rp. 50 ribu/hari namun 1 pekerja kabur karna upah tidak sesuai.
“Saya kira pekerjaan PJU yang sedang viral di media sosial atau Tiktok itu kan bermasalah dalam pemasangan tiangnya. Namun bukan hanya sekedar cuitan belaka, ternyata di daerah Kabupaten Bandung pun sama halnya. Berarti proyek Gubernur ini jadi ajang bancakan para pelaksana apalagi pekerjaan di borongkan kembali atau di pihak ketigakan lagi.” geram Asep.
Masyarakat mulai memantau untuk spesifikasi dalam pemasangan pondasi bawah dan badan tiang Listrik yang seharusnya di tembok atau di isi matrerial beton, ini masalahnya hanya di isi pasir dan di tutupi oleh seng.
Usut punya usut, proyek pengadaan Penerangan Jalan Umum (PJU) di wilayah Kabupaten Bandung di indikasi adanya korupsi dalam proyek tersebut.
Berdasarkan data yang di miliki, proyek yang bernilai fantastis ini hanya di alokasikan separuhnya saja. Padahal perhitungan dengan jumlah miliaran ini bisa memuat PJU sekitar 22.000 titik di Kabupaten Bandung.
Di sayangkan anggaran yang sebesar ini justru tidak di manfaatkan secara maksimal, sehingga kuat adanya mark up.
Untuk itu, pada Pemerintah Daerah maupun Dinas terkait agar mengusut tuntas adanya indikasi korupsi pada proyek PJU Kabupaten Bandung.
Pewarta : A Abeng
Red WN



Leave feedback about this