Berita Kasus Polri

Polrestabes Bandung Polda Jabar Kapolrestabes Bandung Membentuk Lembur Dan Saung

Polrestabes Bandung Polda Jabar Kapolrestabes Bandung Membentuk Lembur Dan Saung

Waspira News | Kota Bandung – Polrestabes Bandung, Polda Jabar, Kapolrestabes Bandung, membentuk lembur dan saung cepat efektif proaktif tanpa pamrih (cepot) untuk menekan kasus peredaran narkotika di kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Andir, Kota Bandung.

Polrestabes Bandung Polda Jabar Kapolrestabes Bandung

Kombes Pol Budi Sartono S.i.k.M.Si,M.Han, mengatakan peredaran narkotika di Kota Bandung cukup banyak. Dan meresahkan masyarakat selama empat bulan terakhir. Sejak menjabat sebagai Kapolrestabes Bandung enam bulan lalu, ia mengaku telah mengungkap 78 kasus dengan tersangka 112 orang.

“Semenjak saya menjabat Kapolrestabes Bandung selama enam bulan mengungkap 78 kasus dengan tersangka 112,” ucap dia di Lembur Cepot. Andir, Kota Bandung, Senin (4/9/2023).

Ia menuturkan barang bukti yang di amankan yaitu sabu 4 kilogram lebih, ganja 12 kilogram lebih, tembakau sintetis 5 kilogram lebih dan obat keras mencapai ribuan. Dengan kondisi tersebut, peredaran narkotika di Kota Bandung meresahkan masyarakat.

Mengantisipasi Peredaran

“Menandakan dalam enam bulan, peredaran narkoba cukup banyak dan meresahkan,” kata dia.

Kapolrestabes Bandung melanjutkan Kecamatan Andir menempati urutan pertama pengungkapan kasus narkotika sebanyak 38 kasus dalam kurun waktu empat tahun. Dengan pembentukan lembur dan saung cepot, ia berharap dapat menurunkan kasus peredaran narkotika di Andir.

“Kenapa membuat Lembur Cepot Juara, kenapa di Andir bagaimana bisa menurunkan (kasus) yang menjadi tren. Kita gak mau di bilang ini daerah narkoba,” kata dia.

Kapolrestabes berharap pembentukan Lembur Cepot sebagai pilot project dapat menurunkan kasus di Andir. Ke depan Lembur Cepot di harapkan dapat dibentuk di tempat lain.

“Semoga pembentukan kampung anti narkoba bisa menurunkan dari rangking satu minimal ke zona kuning dan selanjutnya zona hijau dan terakhir kampung bebas narkoba,” kata dia.

Ia mengatakan kegiatan Lembur Cepot yaitu kegiatan kesehatan, psikologi dan relawan melakukan penyuluhan. Korban pun dapat di lakukan rehabilitasi di Lembur Cepot.

Plh Wali Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan langkah pembentukan Lembur Cepot sangat di perlukan di Kota Bandung. Sebab peredaran narkotika sudah mengkhawatirkan dengan penyalahguna mencapai 25 ribu orang.

“Dengan adanya pembentukan kampung bebas narkoba di dukung tokoh masyarakat dan relawan akan lebih efektif. Ada tempat untuk penanganan bagi korban, ada petugas kesehatan, psikolog, aparat penegak hukum dan nanti di lakukan perbaikan,” kata dia.

Ia menambahkan mayoritas penyalahguna narkotika berusia produktif. Saat ini terdapat 19 kecamatan di Kota Bandung yang berstatus zona merah penyalahguna narkotika. “Ada komitmen masyarakat ingin daerah tidak terjamah narkoba

WN/HPJ

Pendiri & Pimpinan Redaksi
Agus Suhendar Pendiri & Pemilik PT Sandy Putra Suhendar Mandiri Agus Suhendar adalah wartawan senior kelahiran 1972 yang telah lama berkecimpung di dunia jurnalistik nasional. Ia merupakan pendiri dan pemilik PT Sandy Putra Suhendar Mandiri, perusahaan yang menaungi Balance News serta sejumlah media lainnya. Sebelum mendirikan perusahaan media, Agus Suhendar aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, serta lembaga pemerhati kebijakan pemerintah dan pemberantasan korupsi. Pengalaman tersebut membentuk perspektif kritis dan komitmen kuat terhadap nilai transparansi, akuntabilitas, dan kepentingan publik. Melalui media-media yang dikelolanya, Agus Suhendar mendorong praktik jurnalisme berimbang, independen, dan investigatif, serta menempatkan pers sebagai pilar kontrol sosial dalam kehidupan demokrasi. Ia juga berperan aktif dalam pembinaan jurnalis dan penguatan etika profesi pers. PT. Sandy Putra Suhendar resmi didirikan untuk menaunginya.

    Leave feedback about this

    • Kualitas Berita
    • Akurasi Informasi
    • Tampilan Website
    Choose Image

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses