BLUD UPT Parkir Kota Bandung

Bandel, Masih Ada Saja Oknum Jukir Yang Mematok Tarif Di Kota Bandung

Bandel, Masih Ada Saja Oknum Jukir Yang Mematok Tarif Di Kota Bandung

Waspira News || Kota Bandung – Bandel , Masih Ada Saja Oknum Jukir Yang Mematok Tarif dan Merebaknya juru parkir liar kembali di berbagai lokasi telah meresahkan warga Kota Bandung.

Bandel, Masih Ada Saja Oknum Jukir Yang Mematok Tarif Di Kota Bandung

Belakangan ini, keberadaan juru parkir liar sedang menjadi sorotan publik. Sebagian masyarakat mulai merasa tidak nyaman menghadapi banyaknya juru parkir liar di berbagai tempat yang di singgahi.

Selain soal status legalitas yang di pertanyakan, khalayak juga menggugat muara dari uang parkir yang mereka berikan.

Mensinyalir sama seperti juru parkir liar di Jalan Soekarno-Asia Afrika tepatnya pinggiran gedung merdeka, yang mematok tarif Rp. 25 ribu per mobil.

Seorang warga (46) Endang mengatakan, keberatan dengan adanya juru parkir liar karna itu tidak sesuai dengan aturan perparkiran.

“Dan bayar parkir pun di awal dengan tarif Rp.25 ribu, saya agak kaget karna kemahalan. Udah saya kasih Rp.20 ribu, itu tanpa di kasih karcis”. Jelasnya

Dengan mematok tarif yang lumayan agak mahal, sudah di pastikan itu jukir liar karna jika dari pemerintah tidak akan semahal itu. Dan uang yang di berikan oleh pengunjung pada jukir liar pastinya tidak akan sampe atau setor pada dinas terkait.

Baca Juga : Dishub Kota Bandung Pecat Oknum Juru Parkir yang Getok Tarif

Tidak heran sebagian masyarakat menganggap juru parkir liar seperti preman yang melakukan praktik pungutan liar secara bebas.

Harapan Masyarakat Luas Agar Parkir Liar Di Tertibkan

Harapan Endang pun di lontarkan kepada awak media agar segera di tertibkan oleh APH maupun oleh pihak terkait. Dishub Kota Bandung yang semakin marak yang di lakukan oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut.

Adanya pungli di Jalan Soekarno-Asia Afrika awak media mencoba menemui Kepala parkir Kota Bandung yang berada di Jalan Babatan pada hari Kamis, 6/2/2025 namun ketika di tanyakan pada satpam pak kepala sedang tidak ada di tempat.

Dan awak media pun meminta staf lain yang bisa di mintai keterangan terkait adanya dugaan pungli di Kota Bandung, lalu adapun Ayi sebagai staf Dishub bagian pengelola setoran uang parkir dan mempersilakan awak media untuk masuk dan mewakili Kepala parkir.

Terkait dugaan pungutan liar parkir di Jalan Soekarno-Asia Afrika Ayi mengatakan “Sebetulnya di Jalan Soekarno itu di larang parkir apalagi itu tidak ada karcis dan tidak berseragam jukir jelas itu pungli”.

Baca Juga : Pungli Parkir Tanpa Karcis Terjadi Di Komplek Pemda Kab Bandung

Padahal Pemerintah Kota Bandung sudah menyediakan tempat parkir di basement bawah Alun-Alun Bandung, jelas-jelas itu aman dan berkarcis. Tapi masyarakat memilih parkir di pinggir jalan dan membayar parkir yang lumayan mahal.

Memang sebelumnya sudah ada pengaduan kesini namun sebetulnya itu kewenangan nya ada pada DAL-OP Asep Koswara Bidang Pengendalian dan Operasional juga penindakan, karena mereka ada pendampingan dari Polres langsung.

Dalam Kontek Ini

DAL-OP Dishub adalah bagian dari Dinas Perhubungan yang bertanggung jawab atas pengelolaan dan pengaturan transportasi dan lalu lintas di suatu daerah.

Masih menurut Ayi, jadi parkir itu bukan mengejar pendapatan tapi bagaimana mengurai terjadinya kemacetan. Makanya sekarang itu banyak jalan yang tidak boleh parkir.

Sebanyak 320 ruas jalan yang resmi atau terdaftar sesuai KepWa, tahun 2024 saja ada di angka 9,6 M. Jukir dari Dinas pasti berdiri di ruas jalan yang seharusnya juga memakai seragaram, kartu identitas, dan memiliki karcis.

“Jadi jika memang adanya dugaan pungli di Kawasan tersebut, maka secepatnya pada pihak yang berwenang DAL-OP agar bertindak tegas karna itu sama saja merusak Icon citra Kota Bandung. Apalagi Kawasan Asia Afrika kan banyak di kunjungi wisatawan dan juga Kota Bandung di kenal tertib”. Harap Ayi

H Uloh Kasi Dishub DAL OP

Sementara, lainnya hal nya ketika awak media menghubungi Kasi Dishub H. Uloh melalui pesan singkat WhatsApp terkait dugaan pungli. Yang berada di Jalan Soekarno-Asia Afrika mengatakan dan mengarahkan awak media mengkonfirmasi ke pimpinan Dishub. Di karenakan H.Uloh sedang ada rapat di radio cakra.

kemudian, Kadis Dishub pun menanyakan wawancara tentang apa? Padahal jelas sebelumnya kami awak media menanyakan dugaan pungutan liat di Kawasan. Asia Afrika.

Selanjutnya, di karenakan H.Uloh masih rapat awak media pun di arahkan pada bagian bidang upt pengelolaan parkir. Yang berada di Jalan Babatan. Dan sebelumnya sempat menanyakan di lokasi mana parkir dengan tarif Rp. 25 ribu.

Padahal sebelumnya awak media sudah mengkonfirmasi ke pihak Dinas bagian pengelolaan parkir, namun di arahkan pada DAL-OP karna mereka lah yang lebih berkewenangan di sana.

Jika saling tuduh-menuduh begini, awak media pun di buat pusing jadi sebetulnya harus menghadap atau mengkonfirmasi pada siapa terkait dugaan pungli ini.

Dugaan-dugaan pun bisa terjadi, mungkin saja ada oknum Dinas Dishub atau dari DAL-OP yang “Main” dalam hal ini.

Dalam ini belum ada klarifikasi dari pihak terkait dengan adanya dugaan pungli di Jalan Soekarno-Asia Afrika, karna ketika awak media menghubungi pihak-pihak terkait malah di pimpongkan.

Pewarta : Hedi/Encu

 

 

 

Pendiri & Pimpinan Redaksi
Agus Suhendar Pendiri & Pemilik PT Sandy Putra Suhendar Mandiri Agus Suhendar adalah wartawan senior kelahiran 1972 yang telah lama berkecimpung di dunia jurnalistik nasional. Ia merupakan pendiri dan pemilik PT Sandy Putra Suhendar Mandiri, perusahaan yang menaungi Balance News serta sejumlah media lainnya. Sebelum mendirikan perusahaan media, Agus Suhendar aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, serta lembaga pemerhati kebijakan pemerintah dan pemberantasan korupsi. Pengalaman tersebut membentuk perspektif kritis dan komitmen kuat terhadap nilai transparansi, akuntabilitas, dan kepentingan publik. Melalui media-media yang dikelolanya, Agus Suhendar mendorong praktik jurnalisme berimbang, independen, dan investigatif, serta menempatkan pers sebagai pilar kontrol sosial dalam kehidupan demokrasi. Ia juga berperan aktif dalam pembinaan jurnalis dan penguatan etika profesi pers. PT. Sandy Putra Suhendar resmi didirikan untuk menaunginya.

    Leave feedback about this

    • Kualitas Berita
    • Akurasi Informasi
    • Tampilan Website

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses