

Waspira News || Cianjur – Program pemerintah berupa bantuan sosial (Bansos) merupakan bagian dari usaha guna menyejahterakan masyarakat. Selain itu, di berikannya Bansos tersebut untuk memenuhi dan menjamin kebutuhan dasar serta meningkatkan taraf hidup penerimanya.
Carut Marut Bansos Di Kabupaten Cianjur Salah Sasaran Dan Tidak Merata
Fungsi ini juga sejalan dengan amanat dalam Inpres Nomor 7 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Program Simpanan Keluarga Sejahtera, Program Indonesia Pintar, dan Program Indonesia Sehat untuk Membangun Keluarga Produktif.
Program-program bansos untuk rakyat mencakup Program Indonesia Pintar (PIP), Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN-KIS), Program Keluarga Harapan (PKH), dan Bansos Rastra/ Bantuan Pangan Non Tunai. Perluasan program bantuan sosial merupakan komitmen pemerintah untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan. Namun, apakah pemberian bansos itu sudah sesuai dengan sasaran?
Namun, meskipun program ini di rancang untuk membantu masyarakat yang membutuhkan kenyataan nya di Kabupaten Cianjur bantuan tersebut tidak menyeluruh.
Pantauan awak media di Desa Mekarwangi Kecamatan Cikadu, Kabupaten Cianjur pada hari Rabu, 12/03/2025 ternyata banyaknya warga yang lansia tidak mendapatkan bantuan. Padahal mereka bisa di kategorikan masyarakat tidak mampu, bukan mereka yang mentereng malah dapat bantuan secara rata.
Warga Desa Mekarwangi Yang Belum Dapat Bantuan
Salah satu masyarakat Desa Mekarwangi sebut saja Mak Wati (65) tahun yang tidak dapat bantuan, ketika di konfirmasi Mak Wati mengatakan “Saya tidak dapat bantuan pak sudah lama, padahal saya membutuhkannya. Melihat kondisi saya yang sudah tua”. Andai saja pemerintah berikan bantuan pada saya, mungkin hidup saya akan terbantu sekali. Ucapnya
Sama halnya yang di rasakan oleh Mak Unayah (70) tahun “Iya pak, saya tidak sama sekali tersentuh oleh bantuan, gak tau kenapa. Padahal saya kan sudah sepuh, biasanya ada untuk lansia” lumayan kan jika dapat bantuan sepeti itu, akan sangat terbantu sekali. Tutur Mak Unayah
Jika masih banyak masyarakat Desa Mekarwangi yang tidak mampu dan tidak pernah dapat bantuan, para pengurus RT/RW apakah tidak tau bagaimana keadaan warganya dan juga pemerintahan desa, apakah akan diam saja melihat banyak warganya yang miskin tapi tak tersentuh sama sekali.
Usut punya usut, penerima bantuan di Desa Mekarwangi Kecamatan Cikadu hanya orang-orang terpilih saja semisal ada keterkaitan dengan kepengurusan atau staf desa. Jadi hanya orang itu-itu saja yang dapat, terlihat mereka golongan orang yang berada dan mempunyai kendaraan roda empat.
Dinsos Kab Cianjur Harus Evaluasi Dugaan Program Carut Marut
Hal itu sama saja dengan tumpang tindih penerima, yang membuat ada warga yang memperoleh banyak bantuan, tapi ada pula yang sama sekali tidak mendapat bantuan.
“Jika mereka sadar bahwa ini bukan hak mereka, seharusnya segera di kembalikan. Bentuk-bentuk mentalitas miskin ini yang harus di benahi agar program bansos juga tepat sasaran”.
Ada juga potensi yang diduga dengan perangkat-perangkat di desa yang di anggap terlibat dengan pendataan, jadi si miskin tidak dapat malah si kaya yang selalu dapat bantuan.
Carut Marut Bansos Di Kabupaten Cianjur Salah Sasaran Dan Tidak Merata
Ada kemungkinan bahwa beberapa penerima bantuan sosial terdaftar secara tidak sah atau menggunakan data palsu. Dalam hal ini, pemerintah sering melakukan verifikasi dan validasi ulang untuk memastikan bahwa bantuan sampai ke tangan yang benar-benar membutuhkan.
Jika di temukan adanya penyalahgunaan atau penerima yang tidak memenuhi kriteria, mereka bisa di coret dari daftar penerima.
Dan juga pada pemerintah desa harus mencari jalan keluar untuk mencari solusi bagi warganya yang belum pernah dapat bantuan. Dan di perlukan pula perbaikan tata kelola program dan sistem evaluasi partisipasi, pengawasan bersama masyarakat, serta perbaikan mentalitas miskin masyarakat.
Untuk itu kami meminta kepada pihak Kementerian Sosial (Kemensos) bersama-sama Dinsos, agar segera menangani penyempurnaan data. Agar penyempurnaan data DTKS harus benar-benar melihat realita di lapangan. Karena, dengan menetapkan data dari lapangan, masalah penyaluran bansos yang tidak merata bisa diatasi.
Pewarta : Abeng/Tim Cianjur



Leave feedback about this