Berita Buapati Bandung Barat Edukasi Gubernur Jabar Hukum Kasus

Kasus Korupsi Dana Desa Menjadi Sorotan Publik

Waspira News || Bandung barat — Kasus korupsi Dana Desa menjadi sorotan publik, seringkali dana tersebut di salahgunakan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Hal ini tentu menghambat kemajuan desa dan merugikan masyarakat.

Kasus Korupsi Dana Desa Menjadi Sorotan Publik

Dugaan penyalahgunaan anggaran terjadi di Desa Wangunsari Kec.Sindangkerta Kabupaten Bandung Barat, yang mana dana seharusnya di alokasikan untuk pengembangan usaha desa ini memicu keresahan di masyarakat.

Apalagi para staf desa mengeluhkan sering terlambat dapat honor mereka setiap bulannya, memang gajinya tidak seberapa tapi kan. Untuk kebutuhan keluarga tidak mungkin di tunda-tunda.

Informasi yang berkembang di masyarakat menyebutkan bahwa sejumlah dana yang seharusnya di gunakan untuk infrastruktur desa dan pengembangan ekonomi masyarakat banyak di salahgunakan oleh oknum BUMDes Desa Wangunsari.

Salahsatu masyarakat Desa Wangunsari, sebut saja Asep mengungkapkan kekecewaan mereka “ Selama di sini saya melihat jalan desa pada rusak apalagi dari arah Patrol, Cimanggu, Selaawi, Puncak Jambu atau di kenal dengan jalan SUTARMAN. Tidak pernah ada lagi perbaikan jalan apalagi jalan tersebut sering di lalui kendaraan roda dua dan empat “. Singkat Asep

Seharusnya mereka bisa memanfaatkan dan merasakan anggaran desa yang ada di mulai dari bantuan pangan, infrastruktur, kesehatan dan lain-lainnya. Jika pemerintah desa tidak memperbaiki pengelolaan dana desa jelas masyarakat pun akan terkena imbasnya.

Kasus Korupsi Dana Desa Menjadi Sorotan Publik

Sebelumnya memang pernah dari Pemda Bandung Barat yang di sebut BAWASDA dulu itu ITWIL sebagai Lembaga Kepengawasan Daerah menerima. Dari aduan masyarakat terkait jalanan desa atau bantuan yang lainnya tidak di rasakan oleh mereka, namun keinginan mereka hingga saat ini di abaikan.

Jika pihak Pemda Bandung Barang mengabaikan keinginan masyarakat yang hanya menginginkan jalanan menjadi bagus, kenapa tidak di realisasikan saja. Jelas-jelas anggarannya sudah ada, jangan hanya di anggap remeh keinginan masyarakat karna pemerintah pun harus punya solusinya.

Usut punya usut, beredar di media sosial ( medsos) bahwa oknum BUMDes yang berisial K saat ini menjadi tahanan luar. Dan hanya pencekalan saja yang di berikan hukuman pada nya, padahal hampir semua masyarakat tau bahwa oknum tersebut sudah menyelewengkan dana desa.

Kalau pun, pemerintah desa atau pun Pemda KBB mengabaikan hal tersebut tentunya diduga adanya indikasi korupsi dan kongkalingkong. Terkait dana desa.

Selain itu, masyarakat juga meminta transparansi dalam pengelolaan dana desa yang selama ini di rasa kurang memberikan dampak nyata. Warga berharap agar ada tindakan jelas dan tegas untuk memulihkan kepercayaan mereka terhadap pengelolaan dana desa yang lebih baik di masa mendatang.

Pewarta : Agus
Editor.    : AS

Pendiri & Pimpinan Redaksi
Agus Suhendar Pendiri & Pemilik PT Sandy Putra Suhendar Mandiri Agus Suhendar adalah wartawan senior kelahiran 1972 yang telah lama berkecimpung di dunia jurnalistik nasional. Ia merupakan pendiri dan pemilik PT Sandy Putra Suhendar Mandiri, perusahaan yang menaungi Balance News serta sejumlah media lainnya. Sebelum mendirikan perusahaan media, Agus Suhendar aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, serta lembaga pemerhati kebijakan pemerintah dan pemberantasan korupsi. Pengalaman tersebut membentuk perspektif kritis dan komitmen kuat terhadap nilai transparansi, akuntabilitas, dan kepentingan publik. Melalui media-media yang dikelolanya, Agus Suhendar mendorong praktik jurnalisme berimbang, independen, dan investigatif, serta menempatkan pers sebagai pilar kontrol sosial dalam kehidupan demokrasi. Ia juga berperan aktif dalam pembinaan jurnalis dan penguatan etika profesi pers. PT. Sandy Putra Suhendar resmi didirikan untuk menaunginya.

    Leave feedback about this

    • Kualitas Berita
    • Akurasi Informasi
    • Tampilan Website
    Choose Image

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses