Berita Dedi Mulyadi Gubernur Jabar Dinas Pendidikan Jabar Disdik Jabar Diskominfo Jabar Diskominfo Kab Bandung Edukasi Kadisdik Jabar Kemendikbudristek

Diduga Jalur PAPS Pilih Kasih Di SMKN 2 Baleendah, Orangtua Murid Kecewa

Diduga PAPS Tidak Berlaku Di SMKN 1 Baleendah, Sebabkan Orangtua Murid Kecewa

 

Wakasek SMKN 1 Baleendah
Wakasek SMKN 2 Baleendah

Waspira News || Bandung – Banyak siswa yang tidak di terima di sekolah SMA ataupun SMK, terutama pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), hal itu sering terjadi karena beberapa faktor penyebabnya.

Setiap jalur pendaftaran memiliki segmentasi peserta didik masing-masing. Jalur prestasi sendiri di tujukan untuk membangun iklim kompetisi yang mendorong prestasi peserta didik.

Dalam prosesnya, sekolah dapat memverifikasi dan memvalidasi dokumen prestasi melalui berbagai media dan /atau situs yang di sediakan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikbudristek.

Sebelumnya sudah 2 kali Ikuti Tes

Seorang calon siswa berinisial SPU yang tidak di terima di SMKN 2 Baleendah lewat jalur prestasi nilai rapot saat mengikuti SPMB 2025 padahal sudah memenuhi kriteria atau mengikuti tes sebelumnya.

Kouta jalur prestasi biasanya terbatas dan jika jumlah pendaftar melebihi kouta, maka seleksi akan di lakukan berdasarkan kriteria yang telah di tetapkan.

Di sayangkan, dalam proses tersebut sering di temukan ketidaksesuaian dan permasalahan pada SPMB jalur prestasi.

Dengan adanya hal tesebut tentunya mengundang awak media untuk mendatangi pihak sekolah SMKN 2 baleendah guna konfirmasi, pada hari Jum’at, 25/07/2025. Temui Kepala Sekolah untuk mendapatkan informasi dengan adanya berita yang beredar di Tengah Masyarakat, bahwa ada beberapa calon siswa yang tidak di terima atau tidak lulus dalam proses SPMB. Namun Kepsek seolah mangkir untuk di konfirmasi dan beralasan sedang sakit dan awak media pun di lemparkan pada Humas sekolah bernama Sutisna.

Adanya Tanggapan Humas SMKN 2 Baleendah

Sutisna menjelaskan bahwa dalam Sistem Penerimaan Murid baru (SPMB) dengan jalur-jalur tertentu banyak yang tidak di terima karena itu sudah sistem dari pusat jadi pihak sekolah tidak bisa apa-apa.

Pengumuman Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dan Pencegahan Anak Putus Sekolah (PAPS) pada tanggal Juli 2025, pihak sekolah tidak menerima siswa lagi karena sudah penutupan dan siswa pun mulai mengikuti. Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di sekolah.

Dengan banyaknya siswa yang di terima, mereka di bagi 16 kelas dengan 5 jurusan (Kuliner, TKJ. Kimia, Busana, Kecantikan) dan terkait jalur PAPS yang mengharuskan atau maksimal daya tampung anak perkelas 50 siswa. Namun itupun bagaimana kondisi kelas atau banyaknya bangku karna di lihat dari kondisi sekolah juga regulasi yang ada.

“Adapun anak yang tidak masuk itu karena dia memakai jalur nilai rapot, maka itu bersaing dengan nilai rapot jika PAPS itu di ambil dari pendaftaran jalur SKTM yang jelas terdaftar di DTKS”.

Di sisi lain yang mendaftar kesini banyak dan yang tidak lulus pun banyak dan kami pun tidak mungkin terima semuanya. Cara menangani hal tersebut dengan “Iya bersaing dengan nilai rapot dan yang sesuai dengan nilai-nilai yang ada.” Di sini kan bukan tergantung kita namun sistem yang berbicara. Dan pihak sekolah pun hanya memberikan penilaian atau seleksi layak/ tidaknya.

“Dengan tidak di terima atau lulusnya anak yang masuk ke SMKN 2 Baleendah, kami tidak bisa memasukan anak tersebut. Begitu saja karna kami mengikuti regulasi yang ada”. untuk saat ini jalur afirmasi itu ada waktunya, apalagi sekarang sudah di tutup.

Jalur Pencegahan Anak Putus Sekolah (PAPS) Di Tutup Sesuai Dengan Regulasinya

Adanya peraturan gubernur yang di sebutkan bahwa jangan sampai anak putus sekolah, terlepas dari peraturan PAPS itu adalah. Program dari pemerintah provinsi jawa barat, namun sekarang ini kan anak-anak sudah MPLS dan belajar. Jadi memang ada tidak ada regulasinya, malahan kita sudah di monev oleh Dinas SDA dan Kepala Cabang Dinas Wilayah 8.

Menanggapi banyaknya siswa yang tidak di terima kami jelaskan bahwa “Mohon maaf kami tidak bisa menerima siswa di luar jalur. Setelah di tentukan oleh pemerintah yaitu jalur SPMB tahap 1, SPMB tahap 2 dan jalur PAPS. Untuk itu kami sekarang PAPS juga sudah di tutup, SPMB juga di tutup mau gimana lagi ??? balik lagi sesuai regulasi yang ada. Tutur Sutisna

Jalur PAPS adalah program afirmatif yang di gariskan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Keputusan Gubernur, dengan tujuan utama mencegah putus sekolah akibat kendala ekonomi atau sosial.

Adapun kebijakan yang di keluarkan oleh Gubernur Dedi Mulayadi secara khusus mengatur petunjuk teknis PAPS jenjang Pendidikan menengah. Melalui Keputusan Guburneur (Kepgub) Jawa Barat Nomor 463.1/Kep.323-Disdik/2025. Kepgub tersebut di terbitkan pada 26 Juni 2025.

Jadi, untuk SMKN 2 Baleendah terkait jalur PAPS itu sepertinya tidak berlaku bagi beberapa siswa. Mungkin di lihat dari banyaknya calon siswa yang mendaftar dengan jalur prestasi, juga diduga pilih-pilih calon murid.

Miris Anak Keluarga Tak Mampu Tak Masuk Jalur PAPS

Atas adanya informasi yang masuk ke meja redaksi media Waspira.com bahwa calon murid berinisial SPU tersebut merupakan anak dari. Orang tua yang bapanya menderita penyakit stroke sudah 5 tahun dan ibunya bekerja sebagai buruh rumah tangga.

Seperti SPU calon murid yang sudah melakukan tes 2 kali pada tahap 1 dan tahap 2 dengan jurusan yang berbeda. dalam hal ini Apakah pihak sekolah tidak memberikan solusi di jalur PAPS tersebut.

Adapun tanggapan dari pemerhati pendidikan Agus Rosidin, yang mengatakan “Persoalannya itu harus di sikapi serius oleh pemangku kebijakan sehingga. Penerimaan siswa baru di tahun yang akan datang agar tidak terulang kembali, penerima pendidikan aroma kecurangan penerimaan siswa baru begitu terasa. Dan tercium sangat miris tapi tidak terlihat dan sulit untuk di ungkapkan sehingga menjadi praktek terselubung demi meluruskan. Dan melancarkan permainannya bagi para oknum pelaksana kebijakan”. jelasnya

Pewarta: Abeng BLC
RedWN

Pendiri & Pimpinan Redaksi
Agus Suhendar Pendiri & Pemilik PT Sandy Putra Suhendar Mandiri Agus Suhendar adalah wartawan senior kelahiran 1972 yang telah lama berkecimpung di dunia jurnalistik nasional. Ia merupakan pendiri dan pemilik PT Sandy Putra Suhendar Mandiri, perusahaan yang menaungi Balance News serta sejumlah media lainnya. Sebelum mendirikan perusahaan media, Agus Suhendar aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, serta lembaga pemerhati kebijakan pemerintah dan pemberantasan korupsi. Pengalaman tersebut membentuk perspektif kritis dan komitmen kuat terhadap nilai transparansi, akuntabilitas, dan kepentingan publik. Melalui media-media yang dikelolanya, Agus Suhendar mendorong praktik jurnalisme berimbang, independen, dan investigatif, serta menempatkan pers sebagai pilar kontrol sosial dalam kehidupan demokrasi. Ia juga berperan aktif dalam pembinaan jurnalis dan penguatan etika profesi pers. PT. Sandy Putra Suhendar resmi didirikan untuk menaunginya.

    Leave feedback about this

    • Kualitas Berita
    • Akurasi Informasi
    • Tampilan Website
    Choose Image

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses