

WASPIRA NEWS || KAB BANDUNG, BALEENDAH – Geger! Penemuan Mayat Membusuk di Bawah Jembatan Citarum, Warga Berkerumun di Lokasi, 16 April 2026
Warga di sekitar Jembatan Citarum, Kecamatan Baleendah, di gemparkan oleh penemuan sesosok mayat yang kondisinya sudah membusuk dan nyaris menjadi kerangka pada Kamis (16/4/2026). Ratusan warga terpantau memadati lokasi kejadian lantaran penasaran ingin melihat langsung proses evakuasi.
Kronologi Penemuan
Jasad tersebut di temukan tersangkut di bawah beton penyangga pipa PDAM yang melintasi sungai. Kondisi jenazah yang sudah mengenaskan menyulitkan identifikasi awal di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kerumunan masyarakat yang terus berdatangan sempat mengakibatkan arus lalu lintas di sekitar jembatan mengalami ketersendatan.
Proses Evakuasi Gabungan
Tim gabungan segera di kerahkan untuk melakukan proses evakuasi dan pengamanan lokasi di tengah kondisi debit air Sungai Citarum yang masih tinggi. Evakuasi berjalan cukup menantang mengingat banjir baru saja surut dan cuaca di wilayah Kabupaten Bandung yang terus diguyur hujan deras.
Unsur-unsur yang terlibat dalam evakuasi antara lain:
Polsek Baleendah: Kapolsek Baleendah beserta jajaran memimpin pengamanan area.
Inafis Polri: Melakukan olah TKP awal untuk mengumpulkan bukti identitas jenazah.
BPBD Kabupaten Bandung. Menurunkan personel untuk mengangkat jenazah dari penyangga pipa yang sulit di jangkau. Tim BPBD juga melakukan pemantauan dari udara menggunakan drone untuk memetakan situasi arus sungai.
TNI & Masyarakat: Membantu menjaga kondusivitas di sekitar lokasi agar proses evakuasi berjalan lancar.
Tindakan Lanjutan
Pihak kepolisian telah mengamankan area dengan memasang garis polisi (police line). Jenazah kemudian di evakuasi ke rumah sakit terdekat. Untuk menjalani autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian serta mengungkap identitas korban.
Himbauan Petugas: Pihak berwenang meminta masyarakat untuk tidak mendekat ke area evakuasi. Selain demi kelancaran tugas tim Inafis, struktur pipa PDAM yang licin dan arus sungai yang masih deras sangat membahayakan keselamatan warga.
Pewarta : Bah Icang
RedBN



Leave feedback about this