
TASIKMALAYA || WASPIRA NEWS – Isu miring tengah menerpa kepemimpinan Pemerintah Desa Cikondang, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya.
Oknum Kepala Desa (Kades) berinisial ER kini menjadi sorotan publik setelah muncul pengaduan dari sejumlah pria yang mengaku menjadi korban dugaan penipuan bermodus asmara dan materi.
Dugaan Pernikahan Siri dan Kerugian Materiil
Kasus ini mulai mencuat ke permukaan setelah H (55), seorang pria yang mengaku sebagai suami siri ER, membuka suara kepada awak media.
Berdasarkan pengakuan H, ER diduga kuat memanfaatkan hubungan asmara tersebut hanya untuk mendapatkan keuntungan pribadi semata.
Selain itu, korban ternyata bukan hanya H. Terdapat dugaan bahwa sejumlah pria lain mengalami nasib serupa dengan total kerugian materiil yang di taksir mencapai puluhan juta rupiah.
Sehubungan dengan hal tersebut, status pernikahan ER pun kini turut menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.
Sebagai informasi tambahan, ER sebelumnya di ketahui berstatus cerai mati dari suami pertamanya. Ia sempat menikah kembali dengan seorang pengusaha di kecamatan yang sama, namun hubungan tersebut berakhir dengan perceraian.
Polemik Status Pernikahan dan Penolakan Izin Nikah
Sementara itu, polemik semakin meruncing ketika muncul seorang pria lain yang berniat menikahi ER secara resmi. Pria tersebut di kabarkan telah meminta izin untuk melangsungkan pernikahan, akan tetapi permohonan itu di tolak secara tegas.
Penolakan tersebut muncul karena ER disinyalir masih terikat status pernikahan sah dengan pria lain.
Oleh karena itu, informasi ini di perkuat oleh keterangan pihak yang sempat menikahkan ER dengan H, yang menyebutkan bahwa pada saat itu status administratif dan komitmen pernikahan ER masih bermasalah.
Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa
Di sisi lain, selain terjerat masalah pribadi, ER juga di terpa isu serius mengenai integritas profesinya sebagai pejabat publik. Muncul dugaan kuat bahwa oknum Kades tersebut telah menyalahgunakan Anggaran Dana Desa (ADD) dari tahun 2022 untuk kepentingan personal.
”Masalah anggaran ini sempat ramai di bicarakan warga karena penggunaannya di anggap tidak transparan. Bahkan, diduga kuat dana tersebut dialokasikan untuk keperluan pribadi Kades,” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya di rahasiakan.
Upaya Konfirmasi dan Tindak Lanjut
Meskipun demikian, hingga berita ini di turunkan, pihak media telah berupaya melakukan klarifikasi. Saat menyambangi kantor desa pada Rabu (6/5/2026), salah satu staf mengungkapkan bahwa ER sedang berada di Bandung bersama calon suaminya yang berinisial O selama dua hari terakhir.
Selanjutnya, awak media mencoba menghubungi ER melalui pesan singkat WhatsApp. Namun sayangnya, hingga kini belum ada respons dari yang bersangkutan sehingga muncul dugaan bahwa ia sengaja menghindari konfirmasi terkait rentetan tuduhan tersebut.
Oleh sebab itu, pihak berwenang di harapkan segera turun tangan untuk menyelidiki kebenaran atas dugaan penyelewengan anggaran serta persoalan etika jabatan yang melibatkan oknum kepala desa tersebut.
Peawarta : AAbeng
RedWN



Leave feedback about this