Waspira News || Arjasari, Bandung – Universitas Padjadjaran memulai gerakan penanaman lebih dari 2.500 pohon sukun di lahan UNPAD Arjasari. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa Fakultas Pertanian, TNI, masyarakat, dan di dukung Komisi IV DPR RI sebagai langkah konkret revitalisasi lahan. Pelestarian lingkungan, dan penguatan pangan alternatif masa depan.
UNPAD Tanam 2.500 Pohon Sukun di Arjasari, Dorong Ketahanan Pangan dan Revitalisasi Lahan

1. Dekan Fakultas Pertanian: Mahasiswa Jadi Penggerak Pembangunan Desa
Dekan Fakultas Pertanian UNPAD menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam pembangunan pertanian Arjasari.
– Mahasiswa diajak mengenal, berperan, dan berbuat bersama masyarakat Arjasari untuk mengembangkan pertanian dan memajukan desa.
– Dukungan semua pihak di nilai krusial agar peran mahasiswa berjalan optimal.
– Penanaman pohon sukun di perbatasan lahan UNPAD Arjasari di harapkan berfungsi menampung dan menahan air, menjawab tantangan perubahan iklim serta menjaga ketersediaan air bagi petani.
– Praktik penanaman ini di harapkan berjalan lancar dan menjadikan sukun sebagai pangan masa depan dunia.
2. Wakil Rektor: Sukun untuk Optimalisasi Lahan dan Kolaborasi dengan Masyarakat
Wakil Rektor UNPAD menegaskan dukungan penuh terhadap program ini dan pentingnya tindak lanjut.
– Tanaman sukun menjadi upaya revitalisasi lahan sekaligus sosialisasi pangan alternatif masa depan.
– Lahan UNPAD yang luas masih perlu di optimalkan dengan melibatkan masyarakat dalam pemanfaatannya.
– Penanaman tahap awal di mulai dengan 500 pohon dari total 2.500 pohon, dan di harapkan terus berlanjut.
– TNI juga di ajak berpartisipasi memanfaatkan lahan untuk banyak manfaat.
– Sukun dapat di konsumsi langsung sebagai makanan pokok, serta di olah menjadi tepung dan berbagai produk turunan lain.
3. Komisi IV DPR RI Dr. H. Dadang Naser: Sukun Masuk Agenda Ketahanan Pangan Nasional
Anggota Komisi IV DPR RI Dr. H. Dadang Naser, S.H., menyebut kegiatan ini sebagai “gerakan ibadah menanam”.
– Pohon sukun yang berasal dari Papua dan Maluku kini di gerakkan dan dikembangkan ke berbagai daerah. Komisi IV DPR RI mendukung penuh inisiatif UNPAD.
– Mahasiswa di minta bantu mendorong implementasi UU No. 19/2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani serta. UU No. 41/2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.
– Sebanyak 30% produk pertanian dalam negeri harus masuk ke agroindustri untuk nilai tambah, seperti industri makanan, minuman, bioenergi, kosmetik.
– Sukun atau Artocarpus altilis dinilai potensial menggantikan beras dan gandum karena tinggi karbohidrat, serat, vitamin, serta adaptif terhadap iklim.
– Tepung sukun di harapkan menjadi bahan makanan utama dunia di tengah ancaman pemanasan global.
Kegiatan penanaman ini menjadi simbol sinergi perguruan tinggi, legislatif, TNI, dan masyarakat dalam membangun ketahanan pangan berbasis kearifan lokal.
Red_WN



Leave feedback about this